Friday, April 26, 2013

10 tips meningkatkan Metabolisme Tubuh


Tips Untuk Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Baiklah. Meskipun metabolisme harian tubuh atau BMR (basal metabolic rate) adalah tetap, Anda masih bisa amalkan tips berikut untuk naikkan metabolisme tubuh Anda.
  1. Makan 5-7 porsi kecil setiap kali Anda makan, sistem pencernaan tubuh harus bekerja. Jadi dengan memakan lebih sering dengan jumlah yang lebih sederhana, metabolisme tubuh akan naik. Kalau tidak, metabolisme tubuh akan menurun dan Anda cepat merasa lelah dan lesu (seperti bulan puasa).
  2. Angkat berat! Tahukah Anda bahwa otot membakar lebih kalori setiap hari dibandingkan lemak? Yup. Jadi katakanlah ada dua insan yang memiliki jenis kelamin, tinggi, usia dan berat yang sama. Tapi seorang memiliki lebih otot sementara seorang lagi lebih lemak. Siapa akan memiliki metabolisme yang lebih tinggi? Tentu saja yang lebih otot! Jadi mulai latihan angkat berat Anda hari ini. Tak kiralah di rumah atau di gym!
  3. Makanan pedas. Hmm meskipun saya sendiri kurang berselera, makanan yang pedas, ayam masak Chili dan lain-lain dapat membantu tingkat metabolisme tubuh. Tapi tetap menjaga asupan kalori. Jangan berlebih.
  4. Coffee atau caffeine. Tahukah kenapa Anda merasa segar dan lebih fokus setelah minum kopi? Ini karena caffeine dalam kopi meningkatkan metabolisme dan justru bakar lebih kalorie. Tapi jangan terlebih pulak, nanti susah. Baca disini tentang baik-buruk kopi dan caffeine.
  5. Minum air mineral. Metabolisme tubuh butuhkan banyak air untuk berfungsi dengan baik. Bahkan air tidak berisi apa-apa kalori dan tidak bisa menambah berat badan untuk jangksa waktu panjang.
  6. Makanan energi tinggi. Tingkatkan konsumsi makanan berenergi tinggi seperti buah-buahan, sayuran dan karbohidrat kompleks.
  7. Pastikan kuantitas asupan protein cukup. Protein memiliki rantai kimia yang komplex yang membutuhkan 30% dari jumlah kalori sebelum dicerna. Contoh: jika Anda nyahkan 100 kalorie protein, 30 kalori akan digunakan untuk mencerna makanan berprotein tersebut.
  8. Hindari makanan sederhana. Makanan kompleks seperti roti perang, kacang lebih baik. Kenapa? Karena untuk mencerna makanan kompleks, ia butuhkan lebih banyak energi dibandingkan makanan sederhana seperti roti putih, permen dan lain-lain.
  9. Kardio! Tentu saja latihan kardio seperti jogging, badminton, berjalan dll dapat membantu tingkatkan kebutuhan kalori (energi) tubuh dan jika kebutuhan energi tubuh mengingkat, metabolisme Anda akan mengingkat. Amalkan paling kurang 20minit kardio 2-3x seminggu.
  10. Suplemen pembakar lemak (fat burner). Pernahkah Anda tahu bagaimana suplemen pembakar lemak itu bekerja? Hmm dan kenapa pulak “bakar” lemak? Isi kebanyakkan pembakar lemak populer di Malaysia dan dunia seperti Lipo6, Jusmate5, Hydroxcut dan lain-lain adalah guarana, caffeine, ma huang dan lain-lain. Tujuan ingredient ini bukanlah untuk “bakar” lemak tetapi untuk tingkatkan dengutan jantung, kadar pengederan darah – tingkatkan metabolisme. Apakah sesuai? Ah itu tergantung pada individu. Tetapi seperti setiap ramuan, ia tidak membawa hasil yang sama untuk setiap orang.
Akhir kata, untuk tingkatkan metabolisme, yang penting adalah latihan angkat berat, gizi seimbang yang teratur dan ada kegiatan dalam kehidupan Anda untuk tingkatkan penggunaan kalorie.

Friday, April 12, 2013

Kata penghubung

Kata Penghubung (Konjungsi)

A. Pengertian Kata Penghubung
Kata penghubung disebut juga konjungsi atau kata sambung, yang berarti kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa (Hasan Alwi, dkk., 2003: 296). Dalam pengertian lainnya, konjungsi adalah kategori yang berfungsi untuk meluaskan satuan yang lain dalam konstruksi hipotaktis, dan selalu menghubungkan dua satuan lain atau lebih dalam konstruksi (Harimurti, 2007: 102).
B. Jenis-jenis Kata Penghubung
Dilihat dari fungsinya dapat dibedakan dua macam kata penghubung sebagai berikut:
(1) Kata penghubung yang menghubungkan kata, klausa, atau kalimat yang kedudukannya setara. Kata penghubung ini dibedakan lagi menjadi kata penghubung yang:
(a) menggabungkan biasa, yaitu dan, dengan, serta.
(b) menggabungkan memilih, yaitu atau.
(c) menggabungkan mempertentangkan, yaitu tetapi, namun, sedangkan, sebaliknya.
(d) menggabungkan membetulkan, yaitu melainkan, hanya.
(e) menggabungkan menegaskan, yaitu bahwa, malah, lagipuula, apalagi, jangankan.
(f) menggabungkan membatasi, yaitu kecuali, hanya.
(g) menggabungkan mengurutkan, yaitu lalu, kemudian, selanjutnya.
(h) menggabungkan menyamakan, yaitu yaitu, yakni, adalah, bahwa, ialah.
(i) menggabungkan menyimpulkan, yaitu jadi, karena itu, oleh sebab itu.
(2) Kata penghubung yang menghubungkan klausa dengan klausa yang kedudukannya bertingkat. Kata penghubung ini dibedakan lagi menjadi kata penghubung yang menggabungkan:
(a) menyatakan sebab, yaitu sebab, karena.
(b) menyatakan syarat, yaitu kalau, jikalau, jika, bila, apabila, asal.
(c) menyatakan tujuan, yaitu agar, supaya.
(d) menyatakan waktu, yaitu ketika, sewaktu, sebelum, sesudah, tatkala.
(e) menyatakan akibat, yaitu sampai, hingga, sehingga.
(f) menyatakan sasaran, yaitu untuk, guna.
(g) menyatakan perbandingan, yaitu seperti, laksana, sebagai.
(h) menyatakan tempat, yaitu tempat.
Jika dilihat dari kedudukannya konjungsi dibagi dua, yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif.
1. Konjungsi Koordinatif
Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih yang kedudukannya sederajat atau setara (Abdul Chaer, 2008: 98). Contoh:
dan penanda hubungan penambahan
serta penanda hubungan pendampingan
atau penanda hubungan pemilihan
tetapi penanda hubungan perlawanan
melainkan penanda hubungan perlawanan
padahal penanda hubungan pertentangan
sedangkan penanda hubungan pertentangan
Konjungsi koordinatif agak berbeda dengan konjungsi lain, karena selain menghubungkan klausa juga menghubungkan kata. Seperti contoh berikut:
(a) Dia menangis dan istrinya pun tersedu-sedu.
(b) Aku yang datang ke rumahmu atau kamu yang datang ke rumahku?
(c) Dia terus saja berbicara, tetapi istrinya hanya terdiam saja.
(d) Andi pura-pura tidak tahu, padahal tahu banyak.
(e) Ibu sedang mencuci baju, sedangkan Ayah membaca Koran.
2. Konjungsi Subordinatif
Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat (kalusa) yang kedudukannya tidak sederajat (Abdul Chaer, 2008: 100). Konjungsi subordinatif dibagi menjadi tiga belas kelompok sebagai berikut:
1. Konjungsi suordinatif waktu: sejak, semenjak, sedari, sewaktu, tatkala, ketika, sementara, begitu, seraya, selagi, selama, serta, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum sehabis, selesai, seusai, hingga, sampai.
2. Konjungsi subordinatif syarat: jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala.
3. Konjungsi subordinatif pengandaian: andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya.
4. Konjungsi subordinatif tujuan: agar, supaya, biar.
5. Konjungsi subordinatif konsesif: biar(pun), walau(pun), sekalipun, sungguhpun, kendati(pun).
6. Konjungsi subordinatif pembandingan: seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, ibarat, daripada, alih-alih.
7. Konjungsi subordinatif sebab: sebab, karena, oleh karena, oleh sebab.
8. Konjungsi subordinatif hasil: sehingga, sampai(sampai), maka(nya).
9. Konjungsi subordinatif alat: dengan, tanpa.
10. Konjungsi subordinatif cara: dengan, tanpa.
11. Konjungsi subordinatif komplementasi: bahwa
12. Konjungsi suboerdinatif atributif: yang
13. Konjungsi subordinatif perbandingan: sama …. dengan, lebih …. dari(pada)

Friday, April 5, 2013

Puisi Cinta Ibu

IBU
By Firgiawan Zhein .A.

Ibu kau mengandung 9 bulan
sampai engkau melahirkanku dengan susah paya
engkau merawatku sampai aku tumbuh besar
engkau juga merawatku tampa pamri
dan engkau juga merawatku dengan penuh kasih sayang

Ibu kau mengajariku berjalan sampai aku bisa berjalan
engkau juga mengajariku berbicara sampai aku bisa
Ibu kau bagaikan malaikatku
dikala aku sedih engkau selalu ada untuk menghiburku

Ibu.. aku juga merasa engkaulah pahlawanku
setiap aku kesusahan engkau selalu ada untuk membantuku
Ibu... bekerja keras
untuk menafkahiku
ibu... terima kasih atas pengorbananmu
yang engkau berikan kepada ku
Ibu...

Kelas Kata

TUJUAN 
  Agar kita memahami kelas kata dan macam-macam frasa serta dapat memanfaatkan kelas kata dalam membuat kalimat rincian sehingga kalimat tetap efektif.


PENGERTIAN


Kata merupakan unsur utama dalam membentuk kalimat.
Kata juga dapat dibentuk melalui proses morfologi, yaitu afiksasi (pengimbuhan), reduplikasi ( pengulangan), dan komposisi (Penggabungan )
Dalam kalimat, kata memiliki kedudukan / jabatan seperti subjek, predikat, objek, dan keterangan
KELAS KATA TERBAGI MENJADI 5 KELOMPOK:
Ø1. Kata kerja ( verba )
Ø2. Kata sifat ( adjektiva )
Ø3. Kata keterangan ( adverbia )
Ø4. Kata benda (nomina),kata ganti(pronomina)
        kata bilangan (numeralia).
Ø5. Kelompok kata tugas ialah :
         a. Kata Sandang  ( artikel )
         b. Kata Depan ( preposisi )
         c. Kata Hubung ( konjungsi )
         d. Partikel
         e. Kata Seru ( interjeksi )
PENJELASAN:
1.KATA KERJA
Kata kerja (verba) adalah kata yang menyatakan perbuatan / tindakan, proses, dan keadaan yang bukan merupakan sifat.
Ciri-ciri kata kerja (verba)
1. verba berfungsi sebagai predikat dalam kalimat.
2. Dapat diberi aspek waktu,seperti akan, sedang dan
        telah.
    3. Dapat diingkari dengan kata tidak  
4. Dapat diikuti oleh gabungan kata dengan + KB/KS
        contoh: Pergi dengan adik, menulis dengan cepat   
2.KATA SIFAT
Kata sifat / adjektiva adalah kata yang menerangkan sifat, keadaan watak, dan tabiat orang/binatang/benda
Fungsi adjektiva:
Kata sifat umumnya berfungsi sebagai predikat , objek, dan penjelas subjek
3.KATA KETERANGAN
Kata keterangan / adverbia adalah kata yang memberi keterangan pada verba, adjektiva,nomina predikatif atau kalimat
Macam-macam adverbia :
   a. Adverbia dasar bebas, misalnya : alangkah, agak,     
       amat, niat, niscaya, tidak, paling, pernah, pula, saja,  
       saling.
   b. adverbia turunan terbagi atas :
       1. adverbia reduplikasi misalnya : agak-agak, lagi-lagi
          lebih-lebih, paling-paling.
      2. Adverbia gabungan misalnya : belum boleh, belum
          pernah, atau tidak mungkin.
      3. Adverbia yang berasal dari berbagai kelas misalnya :
          terlampau, agaknya, harusnya, sebaiknya, sebenarnya,
          secepat-cepatnya
4.KATA BENDA, KATA GANTI, KATA BILANGAN
A. KATA BENDA (NOMINA)
Kata benda/nomina adalah kata yang mengacu kepada sesuatu benda (konkret maupun abstrak)
Ciri-ciri kata benda:
    1.Berfungsi sebagai subjek, objek, pelengkap, dan 
      keterangan.
   2.Dapat diingkari dengan kata bukan.
       contoh: bukan gula, bukan rumah, bukan mimpi, bukan 
                     pengetahuan
   3.Dapat diikuti dengan gabungan kata yang + KS (kata 
      sifat) atau yang sangat + KS.
      contoh : buku yang mahal, pengetahuan yang sangat penting
B.KATA GANTI
Kata ganti/pronomina adalah kata yang dipakai untuk
   Mengacu pada nomina lain. Pronomina berfungsi untuk menggantikan kata benda atau nomina.
Macam-macam pronomina.
    Ada 3 macam pronomina dalam bahasa Indonesia,   yaitu : (1) pronomina persona .
               (2) pronomina penunjuk .
               (3) pronomina penaya.
C. KATA BILANGAN
Kata bilangan / numeralia adalah kata yang dipakai untuk menghitung banyak orang, binatang, dan benda
Macam-macam numeralia :
    a. Numeralia utama (kardinal) terdiri atas :
        - Bilangan penuh misalnya : satu, dua, tiga, puluh,  
           ribu, juta.
        - Bilangan pecahan misalnya : sepertiga, duapertiga,  
           lima perenam.
        - Bilangan gugus misalnyalusin, gros,  
           kodi, atau ton.



5. KATA TUGAS
Kata tugas terdiri atas :
A. Kata Sandang ( artikel)
        Kata sandang / artikel adalah kata yang mendampingi kata 
        benda / yang membatasi makna jumlah orang / benda.
Macam-macam artikel :
a. Artikula/artikel bermakna tunggal, misalnya: sang guru, sang suami, sang juara.
b. Artikula/ artikel bermakna jamak, misalnya :para petani, para guru, para ilmuwan.
c. Artikula/artikel bermakna netral, misalnya: si hitam manis, si dia, si terhukum.
d. Artikula/artikel khusus, misalnya : Sri Baginda, Sri Ratu, Sri Paus (gelar kehormatan), Hang Tuah, dan Dang Halimah
        (panggilan pria dan wanita dalam sastra lama ).
   
SEKIAN PENJELASAAN INI, SEMOGA BISA BERMANFAAT

Kata baku dan tidak baku

1. aktif, aktip
2. aktivitas, aktifitas
3. al Quran, alquran
4. analisis, analisa
5. Anda, anda
6. apotek, apotik
7. asas, azas
8. atlet, atlit
9. bus, bis
10. besok, esok
11. diagnosis, diagnosa
12. ekstrem, ekstrim
13. embus, hembus
14. Februari, Pebruari
15. frekuensi, frekwensi
16. foto, Photo
17. gladi, geladi
18. hierarki, hirarki
19. hipnosis (nomina), menghipnosis (verba), hipnotis (adjektiva)
20. ibu kota, ibukota
21. ijazah, ijasah
22. imbau, himbau
23. indera, indra
24. indragiri, inderagiri
25. istri, isteri
26. izin, ijin
27. jadwal, jadual
28. jenderal, jendral
29. Jumat, Jum’at
30. kanker, kangker
31. karier, karir
32. Katolik, Katholik
33. kendaraan, kenderaan
34. komoditi, komoditas [2]
35. komplet, komplit
36. konkret, konkrit, kongkrit
37. kosa kata, kosakata
38. kualitas, kwalitas, kwalitet [2]
39. kuantitas, kwantitas [2]
40. kuitansi, kwitansi
41. kuno, kuna [3]
42. lokakarya, loka karya
43. maaf, ma’af
44. makhluk, mahluk, mahkluk
45. mazhab, mahzab
46. metode, metoda
47. mungkir, pungkir
48. nakhoda, nahkoda, nakoda
49. narasumber, nara sumber
50. nasihat, nasehat

Thursday, April 4, 2013

Artikel Rokok


Artikel Rokok
Rokok mengandung kurang lebih 400 zat kimia berbahaya dari 40 diantaranya berpontensi menyebabkan kanker. Rokok tidak hanya berbahaya bagi perokok aktif tetapi juga berbahaya bagi perokok pasif. Ada 3 racun utama yang dihasilkan oleh rokok antaralain :
  1. Tar
       Tar adalah kumpulan dari ribuan bahan kimia yaitu CO, NO2, NCN mentol dan lain-lain. Zat ini dapat menimbulkan iritasi dan kanker paru-paru.
  2. Nikotin
       Nikotin adalah senyawa kimia berbahaya dengan rumus C10H14N2. Zat ini dapat menyebabkan tekanan darah meningkat, mempercepat pernafasan, efek ketergantungan.
  3. Karbon monoksida (CO)
       CO mengurangi suplai oksigen ke otak. Zat ini dapat mengakibatkan oksigen dalam darah berkurang, hal ini dapat mengakibatkan pusing-pusing dan dapat mengakibatkan kematian.
Cara penyembuhan ketergantungan terhadap rokok :
1.      TT ( Tapering Therapy )
 Seorang perokok menghentikan kebiasaan merokok secara perlahan-lahan.
2.      CTT ( Cold Turkey Therapy )
 Perokok dapat menghentikan kebiasaan merokok secara sepontan. Terapai ini sangat menyakitkan karena timbulnya sindrom sakit kepala, mulut, dan pusing.
3.      NRT ( Nicotine Relacement Therapy )
 Pada metode ini nikotin di asupkan kedalam tubuh dengan suatu alat yang ditempelkan pada kulit juga dengan permenkaret, dan alat penghisap ( rokok tiruan ) yang mengandung nikotin untuk mengantikan nikotin yang dihasilkan oleh rokok.
4.      Pengobatan secara medis
 Pengobatan ini harus dibawah pengawasan dokter, bahan yang bisanya digunakan adalah kombinasi anti depresan dan produk penganti nikotin.